Hari itu, salut dan hormat kepada beliau yang memang menyediakan waktu untuk bisa berdiskusi serta sedikit mengulas bagaimana rencana ke depan.

Sedikit terlambat dari 20.30, jam di mana kita sepakat untuk bertemu di tengah Kota Yogyakarta, namun sepenuhnya saya menyadari, bahwa beliau berupaya untuk bisa tepat waktu. Sekali lagi, salut.

Terima kasih telah menyempatkan diri, bertemu saya untuk mengetahui bagaimana sejatinya sebuah informasi beredar, dijadikan konsumsi pengurus organisasi, serta apa yang seharusnya ke depan dilakukan bersama, membawa kebaikan.

Pertanyaan dan Jawaban

Pertanyaan sudah disampaikan, jawaban pun telah diutarakan. Semua akan menjadi hal yang gamblang dan saling memberikan ruang untuk penghormatan atas apa yang telah diputuskan masing-masing.

Hampir satu jam kita mencoba untuk menyamakan frekuensi. Menilik sejauh mana dan apa yang sekiranya telah terjadi dan bagaimana seharusnya diatasi secara lebih presisi.

Pandangan sama tentang sesuatu yang seharusnya ada perubahan besar. Semua harus dimulai dari hal yang rapi, terukur, dapat dimonitor, serta sesuai dengan kemampuan.

Selamat Memimpin

Mohon dimaafkan masih banyak kekurangan yang ada pada saya pribadi, belum bisa memenuhi apa yang menjadi target atau perencanaan lima tahun ke depan. Semua karena memang ada keterbatasan.

Sosok pemimpin memang tidak harus selalu berada di atas, kadang ia sejajar, kadang pula harus melihat dari bawah, sudut pandang setiap peristiwa. Agar tentunya bisa terbang untuk mengukir karya besar yang berdampak.

20.30 Sudah Selesai, Terima kasih atas Pengertiannya

Categorized in:

Cerita,