JAKARTA — Karena memang suka, saya memberanikan diri berangkat untuk ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Sejarah Kepramukaan yang digelar oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) selama 3 hari di Taman Rekreasi Wiladatika.
Kegiatan berlangsung di Gedung Sarbini, mulai 28 Oktober sampai dengan 30 Oktober 2024 dengan sajian materi terkait dengan Sejarah Kepemimpinan Gerakan Pramuka, Teknik Pengumpulan Data untuk penulisan sejarah, pengenalan historiografi, dan teknik penulisan buku kepramukaan.
Banyak Peserta
Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta yang berasal dari utusa Kwartir Daerah se-Indonesia dan beberapa peserta lain dari unsur Kwartir Cabang terdekat dan pihak Kwarnas.
Sesuatu sekali, karena para pemateri atau narasumbernya menurut saya adalah orang-orang yang istimewa dan memang ahli dalam bidangnya.
Di antara para peserta, ternyata sudah banyak yang memang berkecimpung di dunia penulisan buku, bahkan sudah ada yang telah melakukan riset sejarah kepanduan, gerakan pramuka, dan sejarah aktivitas kepramukaan lainnya.
Tindak Lanjut
Semangat menulis. Itulah kalimat yang menggambarkan bagaimana tindak lanjut dari kegiatan ini. Seluruh peserta diminta untuk berkomitmen untuk mempersiapkan diri membuat tulisan-tulisan terkait dengan sejarah kepramukaan di wilayah masing-masing.
Sejarah Kepramukaan bisa saja berkaitan dengan awal mula terbentuknya Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, bahkan sejarah Gugusdepan. Selain itu, momen-momen penting sesuai skala tingkatan juga bisa menjadi bahan sejarah.
Tokoh Kepramukaan sangat bisa menjadi topik dalam menuliskan sebuah sejarah. Bisa saja, tokoh-tokoh ini memang ada kaitannya dengan tokoh di daerah lain, karena mempunyai visi yang sama, mengembangkan Gerakan Pramuka.
