SURABAYA — Mungkin kalau tidak dipaksa oleh istri dengan lembut, saya seumur-umur tidak akan pernah menginjakkan kaki ke area Tugu Pahlawan, Surabaya.
Padahal, saya lebih dari 3 tahun menghabiskan waktu di kota pahlawan, belajar di kampus pahlawan, tapi memang seperti tidak pernah berkesempatan main ke lokasi bersejarah itu.
Liburan
Tepatnya 1 Januari 2025 kemarin. Saya bersama istri dan anak-anak berkunjung ke Tugu Pahlawan, salah satu ikon kota Surabaya, Jawa Timur. Ibaratnya, kalau gak ke Tugu Pahlawan, rasanya belum Surabaya.
Dari homestay di area Jemursari, saya berangkat menuju Tugu Pahlawan. Tidak langsung ke sana sih, karena jika sudah disetting tujuannya ke Tugu Pahlawan, mungkin saya akan langsung menolak, karena malas saja sih.
Istri mengajak kita semua keluar homestay dan menikmati hari pertama di tahun 2025. Awalnya kita menuju ke “Alun-Alun Bawah Tanah” nya Surabaya, yaitu di Jalan Gubernur Suryo No.15, Genteng, Surabaya, Jawa Timur.
Hanya ingin tahu saja, kita langsung ke ruang bawah tanahnya yang katanya bagus, dan ternyata bukan sekedar tempat sepi yang gelap, melainkan ruangan cukup luas dan rapi yang sering dipakai untuk menggelar pameran seni kebudayaan.
Tapi tetap saja, saya membawa ransel berisikan laptop, yang kalau-kalau ada “tugas” mendadak, bisa langsung gercep untuk menyelesaikannya. Ternyata benar saja, ada hal yang harus saya update, sehingga saya buka laptop, duduk lesehan di ruang bawah tanah.
Selesai dari lokasi ini, kami keluar dan tidak langsung menentukan tujuan selanjutnya juga. Setelah mobil berjalan beberapa meter, istri langsung berkata, “Yuuk ke Tugu Pahlawan…” dan langsung membuka aplikasi google maps.
Menuju Target
Meskipun saya cukup lama di Surabaya, saya benar-benar tidak hafal jalanan di sana, apalagi jika harus menuju ke suatu tempat, tentu mbah google adalah sahabat sejati saya.
Sudah sampai di seputar Tugu Pahlawan, saya salah jalur, yang akhirnya harus memutar agak jauh dan mencari tempat parkir yang sebelumnya sudah terlihat.
Masuklah kami ke area Tugu Pahlawan. Ada museumnya juga. Dan terang saja, langsung bergegas mengajak anak-anak masuk ke museum dan melihat-lihat di lokasi. Istri dengan semangat menjelaskan, mengajak berkeliling, dan tentu saja memberikan banyak pengalaman bagi anak-anak.
Minim Dokumentasi
Saya memang tidak selalu bersemangat jika bepergian di tempat-tempat wisata. Tidak seperti kebanyakan orang, berfoto, ambil video, atau sebagainya. Padahal saya di aktivitas sehari-hari berkutat dengan aset-aset itu.
Hanya beberapa foto saja yang kemudian saya ambil saat sudah keluar dari area museum dan menuju ke lokasi mobil parkir. Iya, hanya itu saja yang saya foto, tugu yang menjulang tinggi di Surabaya, yang dibangun pada 10 November 1951 dan diresmikan pada tanggal 10 November 1952 oleh Soekarno.
