Salah satu tips yang sering saya bagikan kepada para peserta pelatihan jurnalistik adalah lakukan sekarang, jangan ditunda!. Karena di era digital saat ini, sesuatu yang cepat dan akurat akan menjadi konsumsi yang menyenangkan.

Pada pelatihan Jurnalistik di Perkemahan Wirakarya Daerah yang digelar oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta pada awal Juli 2025 lalu, saya juga menekankan hal itu kepada para peserta.

Pelatihan Jurnalistik

Pelatihan jurnalistik sangat penting untuk terus dilakukan, bahkan bagi mereka yang sudah pernah mengikuti, karena dengan perkembangan yang begitu pesat di dunia kepenulisan berita, kita perlu mengimbanginya dengan berbagai inovasi dan kreativitas.

“Menjadi pewarta memang tidak mudah, tapi menuliskan cerita dengan gaya kita sendiri untuk disampaikan kepada orang lain, bisa menjadi sebuah informasi yang menarik,” demikian saya sampaikan, Minggu, 6 Juli 2025 di SMK Negeri 1 Nanggulan, Kulon Progo.

Di hadapan puluhan peserta usia Penegak/Pandega dari 5 kabupaten/kota se-DIY, termasuk perwakilan masyarakat setempat, saya coba mengajak mereka untuk menyampaikan cerita dalam bentuk apapun.

Informasi Dasar dan Unsur Berita

Misalnya, dalam cerita suara, foto dan keterangan, atau sebatas informasi yang setidaknya mengandung 5w1h, What, Where, When, Why, Who, dan How. Karena kunci utama sebuah informasi bernilai hanyalah itu.

Banyak dari peserta mencoba untuk menuliskan apa yang telah mereka alami selama kurang lebih tiga hari di lokasi perkemahan. Tidak sedikit yang bisa bercerita secara runtut, namun ada juga yang masih perlu banyak latihan.

Menuliskan berita aktivitas kepramukaan bukan hal yang sulit, namun juga perlu dilatih secara terus menerus, agar kemampuan bisa terasah secara natural.

Jangan Ditunda

Jadi, jika kamu pramuka yang ingin menceritakan aktivitasmu dalam berkegiatan, jangan ditunda, langsung tuliskan, atau rekam suaramu, kemudian sampaikan kepada media-media pramuka yang saat ini banyak ditemukan. Jangan lupa, fotonya.

Menunda menceritakan sesuatu yang kita alami atau kita lihat, akan sedikit memakan waktu dalam mengingatnya. Namun ketika sesaat setelah kita menjalani atau mengamati sebuah peristiwa kemudian menceritakannya, setidaknya mengurangi hal yang akan terlewatkan.

Kadang, kita juga perlu membuat cacatan kecil ketika melaksanakan atau mengikuti sebuah kegiatan. Kita menyadari sepenuhnya bahwa daya ingat kita ada batas kekuatannya.

Categorized in:

Pramuka,