Dalam Rencana Strategis Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 2024-2028, Keputusan Musyawarah Nasional tahun 2023 di Banda Aceh, kita temukan pernyataan terkait dengan penurunan minat menjadi anggota pramuka.
“Terdapat kecenderungan penurunan minat anak, remaja dan pemuda Indonesia untuk menjadi anggota pramuka karena model dan materi pendidikannya dianggap ketinggalan jaman, kurang menarik, kurang inovatif dan kurang selaras dengan aspirasi terkini anak, remaja dan pemuda Indonesia,” demikian dituliskan.
Istilah Penurunan dan Masih Cukup Tinggi
Secara rinci, pernyataan tersebut pada Kondisi Gerakan Pramuka, yang menjadi salah satu poin yaitu poin (c) di bagian Kelemahan Gerakan Pramuka.
Namun, pada bagian Kekuatan Gerakan Pramuka di poin (e) disebutkan bahwa Tingkat kepesertaan Minat anak, remaja dan pemuda Indonesia ikut serta dalam pendidikan kepramukaan masih cukup tinggi.
Dari kedua pernyataan tersebut sebenarnya tidak bertentangan, karena istilah minat yang cenderung menurun dan masih cukup tinggi jika dianalogikan ya sama saja.
Belum Ditemukan Data Pasti
Akan tetapi, sejauh ini saya belum menemukan hitungan pasti atau secara ilmiah, seberapa besar jika dalam angka ataupun prosentase, yang disebut sebagai penurunan minat atau masih cukup tinggi tersebut.
Setidaknya jika merujuk pada data yang pernah dipublikasikan oleh Kwartir Nasional melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan pada 2020 lalu, data yang disajikan adalah jumlah dari anggota yang ada. Itupun diklaim bahwa pengumpulannya berdasarkan kepercayaan dari laporan kwartir di tingkat bawah, dari cabang hingga daerah.
Meskipun saat ini sudah ada sistem pendataan tingkat nasional, namun saya masih belum juga menemukan analisa yang menyajikan data penurunan minat sebagaimana yang disebutkan dalam dokumen Rencana Strategis tersebut.
Artinya, menurut saya hal ini perlu dimunculkan secara analisa mendalam, tentunya oleh pihak yang berwenang dalam hal ini mungkin tim dalam kwartir, agar bisa melakukan penelitian secara komprehensif, sebenarnya sebesar apa penurunan yang dimaksud, atau minat yang masih cukup tinggi tersebut.
Apabila hal itu juga menjadi rujukan bagi kwartir daerah maupun kwartir cabang untuk menyebutkan bahwa minat anak muda menurun untuk menjadi anggota pramuka, sepertinya juga perlu diimbangi dengan data secara jelas, terukur, serta dapat divalidasi di lapangan.
Analisa Pertumbuhan Anggota
Mungkin secara teknis, kita bisa melihat angka pertumbuhan anggota dari kwartir cabang dalam setiap tahunnya. Misalnya saja dalam dua tahun terakhir.
Jumlah anggota pramuka (muda) karena dalam hal ini penyebutannya lebih kepada peserta didik, tahun ini dan tahun sebelumnya selisihnya berapa. Kemudian diimbangi dengan beberapa survey secara lebih dalam atau detail yang menyangkut hal itu.
Bisa jadi dari tim Kwartir juga sudah pernah melakukan hal tersebut, namun, sepertinya apa yang dilakukan masih dalam kalangan terbatas. Namun juga kembali lagi, jika hal itu sudah resmi dilakukan dan terdapat data simpulan, seharusnya bisa menjadi data yang disajikan sebagai pendukung pernyataan.
Pendataan Adalah Tugas Bersama
Menyajikan data dengan akurat tentu juga harus dimulai dengan skema pendataan yang tepat. Hal ini adalah tugas bersama, dari lini anggota itu sendiri, pembina, fungsionaris kwartir, sampai kepada pemangku kebijakan paling tinggi, agar sama-sama bisa mendapatkan hasil yang optimal.
Kadang memang, menumbuhkan kesadaran untuk mendata itu adalah hal dasar yang masih sangat susah dilakukan. Sehingga perlu adanya kemudahan-kemudahan lain yang mendukung semua, atau setidaknya ada sesuatu hal yang bisa menjadi imbal balik ketika sudah terdata.
