Solo Lur 2026, sebuah ajang yang diselenggarakan oleh World Cube Association ini mempertandingkan berbagai cabang kompetisi rubik kategori 3x3x3, 4x4x4, 5x5x5, Blindfolded, hingga Pyraminx. Acara digelar di OCBC NISP Surakarta, 30 – 31 Mei 2026.
Pengalaman Perdana
Fahmi, salah satu anak kembar saya memberanikan diri mengikuti kompetisi ini. Informasi terkait kompetisi ia dapatkan dari google, dan setelah melengkapi persyaratan termasuk harus terdaftar di World Cube Association, tibalah waktunya menunjukkan kemampuan.
Lebih dari 40 peserta dari berbagai kota memeriahkan Solo Lur 2026 ini. Fahmi bukan satu-satunya yang dari wilayah Surakarta, bukan yang termuda, tapi masih tergolong belia.
Tidak ada persiapan khusus, karena sejatinya saya tidak tahu juga bagaimana aturan main dari kompetisi yang memang menjadi ajang bagi para Cuber, para pemain rubik, secara internasional ini.
Hasil Belum Maksimal
Kami semua mendukung apa yang menjadi pilihan Fahmi, mengikuti kompetisi yang mungkin saja menjadikannya grogi atau kurang percaya diri. Untuk pertama kali mengikuti kompetisi, hasil terbaik adalah pengalamannya, bukan prestasinya.
Dari puluhan peserta tersebut, kemampuan Fahmi ternyata cukup lumayan. Meski harus puas di putaran pertama saja, namun hasilnya sudah menjadikan pembelajaran dan juga meningkatkan semangatnya untuk bisa terus berlatih.
Saudara kembarnya, Fahim, juga tertarik dengan permainan menyusun kotak-kotak dengan berbagai rumus dan perhitungan logika itu. Namun pada kesempatan ini, dia masih merasa bahwa kemampuannya belum cukup dan harus banyak berlatih lagi.
Mencari Kompetisi Berikutnya
Tentu saja, agenda kompetisi berikutnya menjadi perburuan bagi Fahmi, begitu juga Fahim. Ajang yang tercatat di data internasional ini tidak bisa dianggap enteng, meski tidak secara langsung akan berkaitan dengan prestasi akademik.
Bagi saya, kemampuan mereka luar biasa, meski memang masih ada langit di atas langit. Notabene saya juga tidak bisa sama sekali mengutak atik kotak ajaib yang kemudian disusun rapi, dan diacak lagi untuk disusun ulang lagi.
Jadwal berikutnya ada di Surabaya, Bali, dan juga Jakarta. Belum tahu apakah bisa ikut untuk mempertajam pengalaman mereka, namun semangatnya sudah terlihat. Seandainya ada kesempatan, pasti akan meramaikan.
